Mungkin huruf e tidak lagi hanya sekedar huruf biasa lagi dalam dunia perdagangan.
Dua tahun setelah Harley Davidson mendedikasikan diri pada E-commerce (Elektronic commerce), pada 2001, penjualan bertumbuh 15,7 %, pertumbuhan bersih 25,9%, dan karyawan bertambah 5,2%. Harley Davidson segera masuk kedalam daftar Fortune, menjadi perusahaan No 1 yang paling dikagumi di Industri motor, dan no 74 sebagai perusahaan terbaik untuk bekerja

Ada apakah gerangan dengan e-commerce Harley Davidson?
Mari kita lihat situs harleydavidson.com. Situs tersebut tergolong situs yang unik, hal ini disebabkan mereka tidak lagi hanya menjual produk mereka secara online, tetapi situs tersebut menawarkan suatu gaya hidup. Hal ini ditambah dengan Harley Davidson juga menekankan hubungan one to one antara pedagang dan pembeli pada e-commerce nya. Sebelum pengunjung situs dapat memesan sesuatu, ia harus memilih satu hubungan dagang dengan satu pedagang. Hal ini dimaksudkan agar pedagang, dengan keahliannya, dapat membantu pembeli untuk memilih produk HD, karena banyak dari produk HD yang kompleks.

Tentu dengan pengalaman yang banyak, tidak ada alasan untuk tidak percaya bahwa e-commerce Harley davidson dapat menjadi kesuksesan yang bona fide.

Elektronic Data Interchange


Elektronic Data Interchange (disingkat dengan EDI) merupakan mekanisme untuk pertukaran data-data untuk keperluan bisnis secara elektronis. Adanya EDI dapat mempercepat proses bisnis. Hal inilah yang mendorong IAIABC (International Association of Industrial Accident Boards and Commissions) menggunakan EDI sebagai standar laporan kecelakaan.

Pada penerapannya, Iowa menjadi negara pertama yang mendapatkan program beta EDI IAIABC report 2 pada bulan Agustus 1997 dan Iowa secara efektif tidak menerima laporan dalam bentuk kertas untuk keperluan kerja di Iowa pada Juli 2001. Hal ini tentunya merupakan langkah besar dalam mengadopsi lingkungan bisnis tanpa kertas.

Adapun perkembangan EDI juga distimulasi dengan adanya Internet, yakni mulai munculnya EDI (over) Internet, dan Open EDI yang diharapkan dapat menekan biaya dengan menggunakan Internet.

Knowledgle management, apakah itu??

Knowledge management telah menjadi istilah yang maknanya bisa sekehendak hati setiap orang. Namun kali ini coba kita fokuskan pada opini pendiri dan ketua umum perusahaan Microsoft, Bill Gates.


Menurut Gates, knowledge management dimulai dengan tujuan bisnis dan proses-proses serta pengakuan tentang perlu-nya berbagai informasi. Knowledge management tidak lebih dari mengelola aliran informasi, menyampaikan informasi yang benar kepada orang yang membutuhkannya sehingga mereka dapat bertindak sesegera mungkin. Knowledge management dapat membantu perusahaan manapun dalam empat aspek pokok: perencanaan ,layanan pelanggan, pelatihan, dan kolaborasi proyek (Gates, 1999).

Sebagai contoh, Coca-cola sebagai salah satu perusahaan pertama yang menyelenggarakan komunikasi mendunia dengan sistem digital. Dimana semua informasi yang diperoleh memungkinkan Coca-cola mengembangkan perencanaan, layanan, pelatihan tanpa batas dan kolaborasi antar negara. Knowledge management dalam perusahaan ini juga merupakan pertimbangan dalam penilaian prestasi kerja dan proses evaluasi. Sebagai hasilnya kini hampir semua orang di muka bumi ini mengetahui Coca-cola sebagai sebuah minuman ringan yang sukses di pasar internasional

Information Technology Vs Information System


Dalam kuliah pertama penulis dengan Ir. M.Dachyar M.Sc dalam kelas MIS dengan kode mata kuliah IES310805, diberikan tugas untuk mencari perbedaan tentang Information Technology dan Information System. Hari berikutnya penulis menyempatkan diri untuk menanyakan pada teman yang kuliah sistem informasi tahun ketiga di salah satu universitas swasta ternama di Jakarta. Menurut dia perbedaan IS dan dan IT adalah oran IS membuat suatu rancangan sistem informasi berdasarkan dan orang IT yang membuat program softwarenya. Untuk mengkaji lebih dalam, maka dilakukannyalah googling, berikut ini adalah hasil yang didapat.

Definisi dari IT dan IS berdasarkan Computing Curricula 2005 :
- Information Systems (IS) mempelajari antara lain tentang bagaimana membangun dan mengintegrasikan solusi teknologi informasi dengan proses bisnis yang ada, sehingga suatu institusi bisnis akan dapat mencapai tujuannya dengan efektif dan efisien
- Information Technology (IT) mempelajari antara lain tentang bagaimana sebuah sistem informasi di sebuah institusi sudah tepat keberadaannya, berfungsi sesuai harapan, mudah dalam pengaturan operasional, serta aman. Selain itu aspek non-teknis semisal memahami kebutuhan dari pengguna akhir, menterjemahkan kebutuhan manajemen, dan hal-hal praktis lainnya juga dipelajari.

Istilah IT and IS itu adalah istilah di dunia bisnis, dan di dunia bisnis kedua istilah tersebut bisa dibilang tidak ada bedanya. Tidak ada perusahaan yang punya divisi IT dan IS terpisah. Di dunia akademik (di Amerika) istilah yang paling umum dipakai adalah Computer Science dan Computer Information Systems (atau kadang hanya IS).

Computer Science itu yang di Indonesia setara dengan TI, yang khusus mempelajari komputer. Computer Information Systems itu mempelajari penerapan komputer di dunia bisnis/pemerintahan, makanya belajar accounting & management segala. Kalau kita ibaratkan baju batik, TI membuat batiknya sementara SI adalah tailor-nya.

Bahkan di Amerika sekalipun, lulusan CIS itu banyak yang tidak jelas nasibnya. Sebabnya:

1. Perusahaan kecil (kira kira dibawah 20 pegawai) masih bisa berjalan tanpa membutuhkan sistem informasi yang dirancang khusus, meski jalannya tidak efisien. Mereka hanya beli software yang sudah ada tanpa di-customize.
2. Teknologi komputer sendiri relatif masih muda, sehingga masih banyak sekali kepala perusahaan/organisasi kecil yang tidak mengerti manfaat & potensi penuhnya. Pengetahuan mereka hanya terbatas soal pemakaian software.
3. Untuk perusahaan ukuran menengah dan besar, mereka tahu bahwa mereka harus meng-optimasi proses kerja perusahaan dengan memanfaatkan CIS. Tapi, mereka butuh orang yang berpengalaman karena situasi yang ada biasanya sudah lumayan kompleks.

Jadi masalahnya adalah perusahaan/organisasi butuh orang SI, tapi hanya yang berpengalaman. Makanya fresh graduate dari SI susah cari kerja. Fresh graduate TI jelas lebih enak karena selalu ada perusahaan yang mencari entry level programmer, sementara hampir tidak ada yang mencari entry level system analyst.

Di sisi lain, karena kerja SI itu adanya di level mid & top management maka bayarannya lebih besar (kalau dapat posisinya). Business analyst selalu lebih besar gajinya daripada programmer. Tambah lagi, business/system analyst itu ilmunya terkait dengan management, jadi gampang sekali untuk masuk jadi manager (atau pindah ke perusahaan lain untuk jadi manager). Orang orang SI ini yang nantinya jadi CIO. Orang TI yang jadi programmer biasanya murni dianggap pekerja dan susah majunya jadi manager, kecuali mungkin di divisinya sendiri.

Begitulah kira-kira perbedaan dari IT dan IS, semoga mendapat pencerahan :)

(coba ah) POSTINGAN PERTAMA


Setelah sekian lama gw berkecimpung di dunia maya akhirnya gw buat blog juga!!!
Well guys, postingan pertama ini anggep aja greeting for you all.
Jangan lupa membaca about ME untuk mengenal siapa jati diri gw, nyesel klo ga hahaha

Tunggu posting postingan menarik dari gw

Keep on reading!!!
topp.gif Top image by saahja